• Fri. Jul 30th, 2021

Kepincut Honda Hr

Bykristanto123

Aug 11, 2020 ,

Otoseken.id -Honda Prospect Motor (HPM) selaku APM Honda menghadirkan Honda HR-V tahun 2014 lalu.

Honda HR-V merupakan mobil di kelas Low SUV, HR-V yang masuk ke Indonesia ini merupakan HR-V generasi kedua.

Menghadirkan 2 varian tipe dan mesin, yakni tipe Prestige berkapasitas mesin 1.800 cc, dan tipe E 1.500 cc.

Mesin 1.800 cc di Prestige mampu menghasilkan tenaga 137 dk pada 6.500 rpm, dan torsi 169 NM pada four.300 rpm.

Sementara di mesin 1.500 cc tipe E, mesin yang dipakai sama dengan Honda Jazz hanya saja ECU yang berbeda. Tenaga yang dihasilkan 118 dk pada 6.600 rpm, dan torsi sebesar one hundred forty five Nm di four.600 rpm.

(Baca Juga: Honda CR-V Generasi Ketiga, Irit Bahan Bakar dan Enak Dipakai)

Nah Otoseken sudah merangkum beberapa kelemahan dan penyakit Honda HR-V tipe E dan sudah tayang di chanel Youtube Otoseken

1. Tarikan kurang

Karena Honda HR-V ini mengandalkan transmisi CVT yang karakter transmisinya lebih lemot dibandingkan matik konvensional, alhasil tarikan Honda HR-V masih dirasa kurang oleh beberapa pemilik.

Hal ini juga dikarenakan bodi Low SUV bermein 1.500 cc ini yang terbilang besar dibandingkan mobil city automobile.

Solusi agar tarikan Honda HR-V 1.5 agresif seperti Honda Jazz adalah dengan remap ECU.

2. Tombol Start Stop bermasalah

Beberapa pemilik Honda HR-V mengeluhkan tombol start cease yang menyangkut, solusinya adalah dengan menggunakan tombol begin cease secara benar.

Jika sebelumnya menghidupkan mesin dengan menekan sekali dan menahan tombol sekaligus menginjak pedal rem, nah ada cara yang lebih disarankan.

Yaitu dengan cara memencet 2x, setelah itu pencet sekali lagi dibarengi dengan injak rem, dengan begitu tombol start cease lebih awet tanpa menahan tombol sampai mobil hidup.

(Baca Juga: Menggiurkan! Honda BR-V Bekas Tahun Segini Bekasnya Cuma Rp 140 Jutaan)

3. Kaki-kaki sedikit keras

Dibandingkan dengan Honda CR-V dan Freed, suspensi Honda HR-V sedikit lebih keras, saat melahap jalan yang sedikit bergelombang atau pace bump, bantingan terasa keras.

four. Rack steering dan EPS bermasalah

Rack steering dan Electric Power Steering (EPS) juga merupakan penyakit yang dikeluhkan pemilik HR-V saat pemakaian sudah menempuh jarak 50 ribu kilometer.

5. Bunyi gluduk-gluduk saat menikung

Pemilik Honda HR-V mengaku mengalami suara gluduk-gluduk ketika menikung, permasalahan ini muncul saat pertama beli HR-V di tahun 2015.

Bunyi ini disebabkan dari as roda depan mengingat HR-V merupakan mobil penggerak roda depan (FWD), walaupun tidak bahaya namun keluhan ini mengganggu kenyamanan.

(Baca Juga: Kepincut Honda CR-V Tahun , Bagian Ini Jadi Perhatian Lebih)

6. Dasbor dan pintu bagasi ada bunyi-bunyi

Saat otoseken mengecek kondisi Honda HR-V produksi tahun 2015, ditemukan dasbor dan pintu yang bunyi-bunyi.

Bahkan pemilik Honda HR-V tersebut melilitkan solatip di pengait bagasi.

7. Warna door trim yang mudah kotor

Kelemahan warna cerah di interior yaitu mudah kotor, Honda HR-V menggunakan bahan cloth berwarna krem cerah.

Solusinya adalah dengan melapisi dengan bahan kulit berwarna gelap.